Tampilkan postingan dengan label nila. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nila. Tampilkan semua postingan
Ternyata ini perbedaan nila dan mujair
Perbedaan nila dan mujair - Tidak jarang orang bertanya mana yang mujair mana ikan nila . mengetahui perbedaan ikan nila dan mujair ternyata mudah apalagi terbiasa melihat kedua jenis ikan tersebut. Namun, bagi siapa saja yang jarang ada urusan yang berkaitan dengan ikan, tentunya bisa saja terkecoh dengan sosok ke dua ikan tersebut.
Nila dan mujair merupakan jenis ikan dari keluarga Cichlidae yangmana mempunyai postur tubuh tinggi dan panjang. sedangkan kepalanya lumayan besar, mulutnya lebar serta bibirnya tebal. Sisiknya kasar dan besar. Sirip punggung dan dubur memiliki beberapa jari-jari keras yang tajam layaknya duri.
Kedua ikan tersebut memiliki tampilan yang begitu mirip, namun tidak sama. namun tentu ada perbedaannya, yaitu terdapat pada garis-garis di sirip ekor juga punggung. Pada ikan nila, sirip ekornya terdapat garis hitam tegak lurus. sedangkan pada bagian sirip punggungnya garis-garis hitam tersebut melintang lurus pada sirip.
Sedangkan pada sirip ekor punggung mujair tanpa ada garisnya. dari sisi postur juga dapat dilihat jika nila dan mujair berbeda. Ikan nila tentu lebih gemuk dibanding ikan mujair, gempal dan padat berisi. sedangkan berbicara ukuran, nila lebih besar dan pertumbuhannya lebih cepat daripada ikan mujair
Nila dan mujair merupakan jenis ikan dari keluarga Cichlidae yangmana mempunyai postur tubuh tinggi dan panjang. sedangkan kepalanya lumayan besar, mulutnya lebar serta bibirnya tebal. Sisiknya kasar dan besar. Sirip punggung dan dubur memiliki beberapa jari-jari keras yang tajam layaknya duri.


01.51
nila
Cara pemijahan dan pembenihan ikan nila
Pembenihan ikan nila - Memproduksi benih nila adalah usaha budidaya yang sangat produktif dan lebih cepat dibandingkan dengan usaha budidaya nila untuk konsumsi. walaupun jumlah telur tidak terlalu banyak, namun pemijahan atau perkawinan ikan nila cukup sering. Ikan ini dapat dikawinkan setiap bulan, hingga habis usia produktifnya.
Bahkan dialam liar sekalipun, nila dapat memijah secara. berbeda dengan ikan mas atau ikan lele diperlukan banyak rekayasa agar mau melakukan pemijahan. Pengelolaan dilakukan hanya untuk mengatur supaya pemijahan berlangsung terkontrol.
Dengan pengelolaan yang baik, pembenihan ikan nila bisa menjadi usaha yang menjanjikan. di artikel kali ini akan dipaparkan secara rinci terkait persiapan dalam memulai memproduksi benih nila
1. Kolam untuk indukan
Kolam ini dibutuhkan untuk memisahkan antara indukan jantan dan betina, jadi setidaknya membutuhkan 2 kolam untuk indukan. anda tidak perlu khawatir, karna kolam ini tidak harus luas. namun kolam untuk pemeliharaan indukan sekurang kurangnya memiliki kedalaman sekitar 100 hingga 140 centi meter.
2. Kolam pemijahan atau perkawinan
Kolam yang akan digunakan sebagai tempat perkawinan, ada baiknya berlantai tembok. didasar kolam harus dilengkapi dengan kamalir, atau kubangan.
3. Kolam untuk memelihara larva
Setalah telur menetas pastinya dibutuhkan tempat khusus untu memelihara larva tersebut. jenis tempat yang biasa digunakan biasanya hapa, kolam tanah dan bak semen. hapa adalah jaring halus mirip dengan bahan kelambu dan dibuat mengapung diatas kolam, seperti jaring apung di danau hanya saja ukurannya lebih kecil. hapa bisa di apungkan di kolam perkawinan
4. Kolam tempat pembesaran larva
Kolam ini dibutuhkan untuk membesarkan benih ikan hingga ukurannya 10-12 cm. Atau, hingga ikan nila mampu bertahan di kolam budidaya pembesaran.
Untuk mendapatkan indukan yang berkualitas,tantunya mudah sekali. tinggal kita datang ke tempat terpercaya seperti BBPBAT dan membelinya disana. indukan yang siap dikawinkan tentu harganya mahal, jadi saya sarankan untuk nila dari kecil sampai siap untuk memijah. ciri ciri bakal induk yang bagus sebagai berikut :
Bahkan dialam liar sekalipun, nila dapat memijah secara. berbeda dengan ikan mas atau ikan lele diperlukan banyak rekayasa agar mau melakukan pemijahan. Pengelolaan dilakukan hanya untuk mengatur supaya pemijahan berlangsung terkontrol.
Dengan pengelolaan yang baik, pembenihan ikan nila bisa menjadi usaha yang menjanjikan. di artikel kali ini akan dipaparkan secara rinci terkait persiapan dalam memulai memproduksi benih nila

Kolam pembenihan ikan nila
Kolam budidaya pembenihan nila adalah modal utama saat menjalani segmen ini. ada 4 jenis kolam yang perlu disiapkan yang tentu menjadi fasilitas utama dalam melakukan pemijahan, diantanya sebagai berikut1. Kolam untuk indukan
Kolam ini dibutuhkan untuk memisahkan antara indukan jantan dan betina, jadi setidaknya membutuhkan 2 kolam untuk indukan. anda tidak perlu khawatir, karna kolam ini tidak harus luas. namun kolam untuk pemeliharaan indukan sekurang kurangnya memiliki kedalaman sekitar 100 hingga 140 centi meter.
2. Kolam pemijahan atau perkawinan
Kolam yang akan digunakan sebagai tempat perkawinan, ada baiknya berlantai tembok. didasar kolam harus dilengkapi dengan kamalir, atau kubangan.
3. Kolam untuk memelihara larva
Setalah telur menetas pastinya dibutuhkan tempat khusus untu memelihara larva tersebut. jenis tempat yang biasa digunakan biasanya hapa, kolam tanah dan bak semen. hapa adalah jaring halus mirip dengan bahan kelambu dan dibuat mengapung diatas kolam, seperti jaring apung di danau hanya saja ukurannya lebih kecil. hapa bisa di apungkan di kolam perkawinan
4. Kolam tempat pembesaran larva
Kolam ini dibutuhkan untuk membesarkan benih ikan hingga ukurannya 10-12 cm. Atau, hingga ikan nila mampu bertahan di kolam budidaya pembesaran.
Tips milihan indukan nila
Kalo gak punya induk nila, bagaimana kita bisa menghasilkan benih nila yang berkualitas. jadi induk merupakan elemen penting selain kolam dalam memproduksi benih. jadi kualitas induk yang dimiliki sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan budidaya pembenihan.Untuk mendapatkan indukan yang berkualitas,tantunya mudah sekali. tinggal kita datang ke tempat terpercaya seperti BBPBAT dan membelinya disana. indukan yang siap dikawinkan tentu harganya mahal, jadi saya sarankan untuk nila dari kecil sampai siap untuk memijah. ciri ciri bakal induk yang bagus sebagai berikut :
- Merupakan galur murni dan berasal dari keturunan yang berbeda.
- Kondisinya sehat dan bentuk badannya normal (tidak cacat).
- Sisik besar, susunannya rapi.
- Bagian kepala relatif kecil dibandingkan badannya.
- Badan tebal dan warnanya mengkilap.
- Gerakannya lincah, responsif terhadap pemberian pakan.
Induk betina yang akan dipijahkan sebaiknya telah mencapai berat 200-250 gram sedangkan jantan 250-300 gram.
Seperti yang sudah diuraikan sebelumnya, ikan nila memiliki jumlah telurn yang tidak banyak. Satu induk betina dengan bobot 200-250 gram hanya mengandung telur 500-1000 butir saja. Dari jumlah tersebut yang dapat menetas menjadi larva kira kira 200-400 ekor.
Waktu produktivitas indukan untuk pembenihan sekitar 1-2 tahunan. Jika Indukan sudah dibenihkan lebih dari 2 tahun ada baiknya diganti dengan indukan baru. Induk ikan nila yang sudah memijah dapat dipijahkan lagi setelah 3-6 minggu.
Kolam pemeliharaan induk betina dan jantan wajib memiliki alur pengairan yang berbeda (disusun seri). Air buangan dari kolam jantan tidak boleh masuk ke kolam betina juga sebaliknya. ini bertujuan guna menghindari terjadinya perkawinan liar. Contoh, sperma jantan bisa terbawa ke kolam betina yang membuat terjadi pembuahan.
Pakan yeng diberikan untuk indukan harus mengandung protein tinggi, lebih dari 35%. Berbeda dengan pakan ikan nila untuk pembesaran yang mana hanya membutuhkan protein sekitar 2%. kadar protein yang tinggi diharuskan supaya perkembangan gonad maksimal. Jumlah pakan yang dibutuhkan untuk pemeliharaan indukan sebanyak 3% dari bobot ikan per hari.
Kolam yang dijadikan tempat pemijahan, sebaiknya memiliki dasar miring sekitar 2-5 %. lalu dibuat kamalir atau kubangan pada dasar tersebut dengan kedalaman 20-30 cm, untuk area pemijahan. sebelum induk jantan dan betina disatukan dalam kolam pemijahan, sebaiknya lakukan pengolahan terhadap kolam yang akan digunakan
Perkawinan nila akan dilakukan secara massal. yaitu disatukan dalam kolam yang sama dengan perbandingan 1:3. kepadatan kolam pemijahan sebaiknya 1 ekor/m2
Pemijahan akan berlangsung di dasar kolam, lebih sering dalam kubangan atau cekungan. jika terjadi kecocokan, telur dari induk betina induk betina akan dibuahi oleh ikan jantan. lalu telur tersebut akan dierami dalam mulut induk betina.
Saat proses pengeraman telur berjalan, induk betina biasanya tidak membutuhkan pakan (berpuasa). Jadi, seharusnya suppley pakan dikurangi setenganya. Ini bertujuan supaya mengurangi ongkos produksi juga mencegah pembudukan sisa pakan di dasar kolam.
Proses pengeraman biasanya berlangsung sekitar satu minggu. Telur akan mentas menjadi larva ikan. Bila induk betina merasa kolam ditumbuhi pakan alami ikan, ia akan mengeluarkan larva dari mulutnya secara serempak. Oleh karena itu, dalam selama proses persiapan kolam penting untuk memupuk dasar kolam agar pakan alami ikan tumbuh.
Larva ikan yang baru menetas akan berenang ke pinggir kolam. Segera ambil dengan saringan halus dan pindahkan ke tempat pemeliharaan larva.
Berikan pakan yaitu pelet tepung yang mengandung kadar protein tinggi. setiap pemberian pakan sebanyak 1 sendok tek pelet tepung dilakukan 4-5 kali dalam sehari. cara membuat pakan alternatif, yaitu dengan 1 butir telur yang direbus. ambil kuning telur rebus dan hancurkan kuning telur kemudian campur dengan 1 liter air. cara memberikan pakan tersebut menggunkan botol semprotan sebanyak 100 ml setiap kali pemberian
Saat pendederan larva akan memakan waktu sekitar 3-4 minggu, yaitu hingga larva ikan berukuran 2-3 cm. Larva yang sudah sampai ukuran tersebut harus secepatnya ditempatkan pada kolam pendederan selanjutnya. Karena kapasitas tampung kolam larva sudah tidak cukup layak lagi untuk ukuran tersebut
Jika tujuan benih untuk memproduksi nila konsumsi, maka anda bisa memanipusi benih menjadi jantan semuanya karena nilai jantan pertumbuhannya lebis cepat dari nila betina
Jumlah pakan yang dibutuhkan sewaktu pendederan, sebanyak 3 persen dari bobot benih. kadar protein yang dibutuhkan yaitu 20-30%. dan pemberian pakan seperti biasa, yaitu 3 x dalam sehari.
Seperti yang sudah diuraikan sebelumnya, ikan nila memiliki jumlah telurn yang tidak banyak. Satu induk betina dengan bobot 200-250 gram hanya mengandung telur 500-1000 butir saja. Dari jumlah tersebut yang dapat menetas menjadi larva kira kira 200-400 ekor.
Waktu produktivitas indukan untuk pembenihan sekitar 1-2 tahunan. Jika Indukan sudah dibenihkan lebih dari 2 tahun ada baiknya diganti dengan indukan baru. Induk ikan nila yang sudah memijah dapat dipijahkan lagi setelah 3-6 minggu.
Pemeliharaan indukan
Diperlukan dua kolam untuk memisahkan indukan benita dan jantan. kepatan kolam untuk pemeliharaan induk, 3 sampai 5 ekor/m2.Kolam pemeliharaan induk betina dan jantan wajib memiliki alur pengairan yang berbeda (disusun seri). Air buangan dari kolam jantan tidak boleh masuk ke kolam betina juga sebaliknya. ini bertujuan guna menghindari terjadinya perkawinan liar. Contoh, sperma jantan bisa terbawa ke kolam betina yang membuat terjadi pembuahan.
Pakan yeng diberikan untuk indukan harus mengandung protein tinggi, lebih dari 35%. Berbeda dengan pakan ikan nila untuk pembesaran yang mana hanya membutuhkan protein sekitar 2%. kadar protein yang tinggi diharuskan supaya perkembangan gonad maksimal. Jumlah pakan yang dibutuhkan untuk pemeliharaan indukan sebanyak 3% dari bobot ikan per hari.
Pemijahan ikan nila
Seperti pada pemaparan sebelumnya, tanpa ada rekayasapun nila dapat memijah dengan sendirinya. Pemijahan ikan nila secara intensif dilakukan untuk tujuan memproduksi benih dalam sekala besar. Karena dalam membangun infrastrukturnya memerlukan biaya cukup tinggi. maka kami hanya akan menguraikan pemijahan ikan nila secara alami.Kolam yang dijadikan tempat pemijahan, sebaiknya memiliki dasar miring sekitar 2-5 %. lalu dibuat kamalir atau kubangan pada dasar tersebut dengan kedalaman 20-30 cm, untuk area pemijahan. sebelum induk jantan dan betina disatukan dalam kolam pemijahan, sebaiknya lakukan pengolahan terhadap kolam yang akan digunakan
Perkawinan nila akan dilakukan secara massal. yaitu disatukan dalam kolam yang sama dengan perbandingan 1:3. kepadatan kolam pemijahan sebaiknya 1 ekor/m2
Pemijahan akan berlangsung di dasar kolam, lebih sering dalam kubangan atau cekungan. jika terjadi kecocokan, telur dari induk betina induk betina akan dibuahi oleh ikan jantan. lalu telur tersebut akan dierami dalam mulut induk betina.
Saat proses pengeraman telur berjalan, induk betina biasanya tidak membutuhkan pakan (berpuasa). Jadi, seharusnya suppley pakan dikurangi setenganya. Ini bertujuan supaya mengurangi ongkos produksi juga mencegah pembudukan sisa pakan di dasar kolam.
Proses pengeraman biasanya berlangsung sekitar satu minggu. Telur akan mentas menjadi larva ikan. Bila induk betina merasa kolam ditumbuhi pakan alami ikan, ia akan mengeluarkan larva dari mulutnya secara serempak. Oleh karena itu, dalam selama proses persiapan kolam penting untuk memupuk dasar kolam agar pakan alami ikan tumbuh.
Larva ikan yang baru menetas akan berenang ke pinggir kolam. Segera ambil dengan saringan halus dan pindahkan ke tempat pemeliharaan larva.
Pemeliharaan larva
Untuk pemeliharaan larva yang baru menetas, sebaiknya memiliki tempat khusus. sedangkan pemindahan, dilakukan jika larva berumur 5 sampai 7 hari. yang bisa kita gunakan untuk pemeliharaan larva yaitu hapa, kolam tembok, kontainer plastik dan akua rium. kepadatan kolam yang di gunakan, tidak lebih dari 2001500 ekor/m2Berikan pakan yaitu pelet tepung yang mengandung kadar protein tinggi. setiap pemberian pakan sebanyak 1 sendok tek pelet tepung dilakukan 4-5 kali dalam sehari. cara membuat pakan alternatif, yaitu dengan 1 butir telur yang direbus. ambil kuning telur rebus dan hancurkan kuning telur kemudian campur dengan 1 liter air. cara memberikan pakan tersebut menggunkan botol semprotan sebanyak 100 ml setiap kali pemberian
Saat pendederan larva akan memakan waktu sekitar 3-4 minggu, yaitu hingga larva ikan berukuran 2-3 cm. Larva yang sudah sampai ukuran tersebut harus secepatnya ditempatkan pada kolam pendederan selanjutnya. Karena kapasitas tampung kolam larva sudah tidak cukup layak lagi untuk ukuran tersebut
Jika tujuan benih untuk memproduksi nila konsumsi, maka anda bisa memanipusi benih menjadi jantan semuanya karena nilai jantan pertumbuhannya lebis cepat dari nila betina
Agar benih ikan menjadi jantan semuanya, yaitu dengan memberikan hormon 17 alpha methyltestosteron sewaktu pendederan larva. Campurkankan hormon tersebut dengan pakan ikan. Berikan pada larva sampai ikan berusia 17 hari. metode ini dapat menghasilkan benih benih berkelamin jantan lebih dari 95%. Sumber alamtani.com
Pendederan benih
Jika larva sudah mencapai ukuran 2-3 cm, berikutnya lakukan pendederan agar mendapatkan benih ikan yang siap dibesarkan dikolam. Pendederan sebaiknya pada kolam yang lebih luas. Padat tebar untuk pendederan benih 30-50 ekor/m2. proses pendederan akan memakanwaktu sekitar 4-7 minggu. atau sampai benih mencapai ukuran 10-12 cmJumlah pakan yang dibutuhkan sewaktu pendederan, sebanyak 3 persen dari bobot benih. kadar protein yang dibutuhkan yaitu 20-30%. dan pemberian pakan seperti biasa, yaitu 3 x dalam sehari.
08.37
nila
Panduan lengkap cara budidaya ikan nila
Cara budidaya ikan nila - kuliner berbahan dasar ikan nila, kita tau di gandrungi banyak pemanja lidah. melihat konsumsi ikan nila yang semakin meningkat dikarnakan beberapa faktor, seperti berkurangnya ikan hasil tangkapan laut. hal ini menjadi prosfek bisnin menjanjikan, bagi para perternak ikan
Nila sendiri terbagi menjadi 2 jenis, yang merah dan yang hitam. ikan yang sangat mudah dibudidayakan ini merupakan kerabatnya ikan mujair. karena memiliki kemampuan adaptasi yang baik, sehingga ikan nila bisa kita dapat dialam liar seperti rawa, waduk, danau dan sebagainya.
Salah satu hewan omnivora ini bisanya memakan plankton, hewan hewan air dan berbagai tumbuhan air. sedangkan pakan buatan untuk nila bagusnya mengandung protein sekurang kurangnya 25%. selain perkembangbiakannya sangat mudah, biaya pakannyapun sangatlah terjangkau. tidak seperti ikan lele atau ikan lele yang memerlukan protein cukup tinggi yaitu 30-45%
Benih yang berkualitas, kolam, pakan sampai penanggulangan penyakit merupakan faktor terpenting yang mempengaruhi sukses dalam budidaya ikan nila. berikut ulasannya
Karna nila sifatnya mudah memijah (kawin), jadi jika benih yang dipilih campuran maka energi ikan akan terkuras untuk melakukan pemijahan, ini sangat mempengaruhi bobot nila. agar budidaya lebih produktif, sebaiknya benih yang dipilih jantan semuanya (monosex)
Namun sulit untuk mendapatkan bibit nila monosex, apalagi benih nila masih berukuran sangat kecil sulit untuk membedakan jenis kelamin. cara membedakannya setelah beberapa minggu, ikan jantan tentu lebih besar. jadi tinggal kita pisah antara jantan dan betina.
Ada beberapa jenis kolam yang digunakan untuk membesarkan benih nila seperti kolam tanah, kolam tembok juga kolam terpal. dari beberapa pilihan tersebut, kolam tanah paling banyak digunakan. selain kolam tanah memiliki banyak kelebihan, pembuatannyapun cukup mudah dengan biaya terjangkau.
Selain mudah dan murah, kolam tanah memiliki kelebihan lain yakni bisa menjadi tempat habitan hewan lain dan tempat tumbuhnya tumbuhan yang bisa menjadi pakan alami. tentunya hal ini sangat membantu penekanan biaya untuk pakan buatan, yakni pelet. jika anda memilih kolam tanah, silahkan baca cara budidaya lele di kolam tanah. pada artikel tersebut sudah dilengkapi dengan cara mempersiapkan kolam tanah
Penebaran benih ikan nila
Jika kola sudah diisi air sedalam 60-75 centi, maka siap menjadi habitan baru bagi para benih nila. sebelum bibit di tebar, sebaiknya perhatikan jumlah ikan dan kapasitas kolam. misalnya kolam dengan luas 1 meter persegi akan menampung 15-30 ekor nila, dengan asumsi saat nila dipanen memiliki bobot 300 gram/ekor
Selain mempertimbangkan kapasitas kolam untuk habitat baru para nila, adap tasi benih terhadap kondisi kondisi tentu wajib dilakukan. tujuannya menekan resiko kematian pada benih nila. agar nila beradaptasi, simpan dila dalam wadah lalu masukan wadah tersebut kedalam kolam. tunggu beberapa jam, lalu miringkan wadah agar benih nila keluar dengan sendirinya
a. Pengelolaan air
Supaya nila berkembang biak dengan maksimal, kualitar air sangat perlu untuk dipantau. standar kualitas air yaitu melihat kandungan oksigen dan pH air. anda dapat memantau kandungan CO2, NH3 dan H2S, jikamemungkinkan
Jika oksigen pada kolam menurun, silahkan perbesar sirkulasi air dengan memperbesar aliran debit air pada kolam. dan jika kolam sudah mengandung terlalu banyak NH3 dan H2S (tandanya bau busuk), segera lakukan pergantian air. yaitu dengan cara membuang air kotor sebesar besarnya, lalu mengganti dengan air baru. keadaan normal , kolam dengan luas 100 m2 maka atur debit air sebesar 1 liter/detik
b. Pemberian pakan
Pengelolaan pakan begitu penting apalagi biaya pakan cukup besar. Berikan pakan berupa pelet dengan kandungan protein 20-30%. Ikan nila memerlukan makanan sebanyak 3% dari bobot tubuh setiap harinya.
Jadwal pemberian pakan bisa pagi dan sore hari. dua minggu sekali, ambil sampel ikan nila secara acak lalu timbang beratnya. agar anda dapat menyesuaikan jumlah pakan dan bobotnya.
Seperti dipaparkan sebelumnya, ikan nila adalah salah satu ikan yang tahan banting. pada situasi normal, penyakit nila tidak mengancam. Namun jika budidaya ikan nila dengan sekala besar, maka gangguan penyakit perlu diwaspadai untuk menghindari kerugian yang besar.
Penyebaran penyakit ikan sangat cepat, apalagi untuk penyakit seperti infeksi yang dapat menular. Media penyebaran penyakit tentu melalui air. Jadi dapat menjangkau satu atau lebih kawasan kolam.
Pemanenan ikan nila
Untuk mendapatkan bobot nila mencapat 300 sampai 500 gram membutuhkan waktu budidaya selama 4-6 bulan. namun panen nila sesuai kebutuhan pasar, seprti kebutuhan pasar domestik yaitu nila yang berbobot 300 sampai 500 gram.
Sumber : alamtani.com
Nila sendiri terbagi menjadi 2 jenis, yang merah dan yang hitam. ikan yang sangat mudah dibudidayakan ini merupakan kerabatnya ikan mujair. karena memiliki kemampuan adaptasi yang baik, sehingga ikan nila bisa kita dapat dialam liar seperti rawa, waduk, danau dan sebagainya.
Salah satu hewan omnivora ini bisanya memakan plankton, hewan hewan air dan berbagai tumbuhan air. sedangkan pakan buatan untuk nila bagusnya mengandung protein sekurang kurangnya 25%. selain perkembangbiakannya sangat mudah, biaya pakannyapun sangatlah terjangkau. tidak seperti ikan lele atau ikan lele yang memerlukan protein cukup tinggi yaitu 30-45%
Benih yang berkualitas, kolam, pakan sampai penanggulangan penyakit merupakan faktor terpenting yang mempengaruhi sukses dalam budidaya ikan nila. berikut ulasannya

Memilih benih ikan nila
Tingkat keberhasilan budidaya ikan nila, tentunya sangat bergantung pada pemilihan benih. jika tujuan budidaya targetnya adalah konsumsi, maka benih yang dipilih sebaiknya berkelamin jantan. hal ini untuk menghemat waktu, karna pertumbuhan nila jantan lebih cepat sekitar 40% dari nila betina.Karna nila sifatnya mudah memijah (kawin), jadi jika benih yang dipilih campuran maka energi ikan akan terkuras untuk melakukan pemijahan, ini sangat mempengaruhi bobot nila. agar budidaya lebih produktif, sebaiknya benih yang dipilih jantan semuanya (monosex)
Namun sulit untuk mendapatkan bibit nila monosex, apalagi benih nila masih berukuran sangat kecil sulit untuk membedakan jenis kelamin. cara membedakannya setelah beberapa minggu, ikan jantan tentu lebih besar. jadi tinggal kita pisah antara jantan dan betina.
Ada beberapa jenis kolam yang digunakan untuk membesarkan benih nila seperti kolam tanah, kolam tembok juga kolam terpal. dari beberapa pilihan tersebut, kolam tanah paling banyak digunakan. selain kolam tanah memiliki banyak kelebihan, pembuatannyapun cukup mudah dengan biaya terjangkau.
Selain mudah dan murah, kolam tanah memiliki kelebihan lain yakni bisa menjadi tempat habitan hewan lain dan tempat tumbuhnya tumbuhan yang bisa menjadi pakan alami. tentunya hal ini sangat membantu penekanan biaya untuk pakan buatan, yakni pelet. jika anda memilih kolam tanah, silahkan baca cara budidaya lele di kolam tanah. pada artikel tersebut sudah dilengkapi dengan cara mempersiapkan kolam tanah
Penebaran benih ikan nila
Jika kola sudah diisi air sedalam 60-75 centi, maka siap menjadi habitan baru bagi para benih nila. sebelum bibit di tebar, sebaiknya perhatikan jumlah ikan dan kapasitas kolam. misalnya kolam dengan luas 1 meter persegi akan menampung 15-30 ekor nila, dengan asumsi saat nila dipanen memiliki bobot 300 gram/ekor
Selain mempertimbangkan kapasitas kolam untuk habitat baru para nila, adap tasi benih terhadap kondisi kondisi tentu wajib dilakukan. tujuannya menekan resiko kematian pada benih nila. agar nila beradaptasi, simpan dila dalam wadah lalu masukan wadah tersebut kedalam kolam. tunggu beberapa jam, lalu miringkan wadah agar benih nila keluar dengan sendirinya
Pemeliharaan budidaya ikan nila
Setelah benih nila menempati habitan barunya, lengkah berikutnya adalah pemeliharaan benih tersebut sampai mencapai usia panen (sesuai kebutuhan pasar. Dalam pembesaran ikan nila, ada 3 poin pentin yaitu pengaturan air, paskan pakan serta pencegahan hama penyakit.a. Pengelolaan air
Supaya nila berkembang biak dengan maksimal, kualitar air sangat perlu untuk dipantau. standar kualitas air yaitu melihat kandungan oksigen dan pH air. anda dapat memantau kandungan CO2, NH3 dan H2S, jikamemungkinkan
Jika oksigen pada kolam menurun, silahkan perbesar sirkulasi air dengan memperbesar aliran debit air pada kolam. dan jika kolam sudah mengandung terlalu banyak NH3 dan H2S (tandanya bau busuk), segera lakukan pergantian air. yaitu dengan cara membuang air kotor sebesar besarnya, lalu mengganti dengan air baru. keadaan normal , kolam dengan luas 100 m2 maka atur debit air sebesar 1 liter/detik
b. Pemberian pakan
Pengelolaan pakan begitu penting apalagi biaya pakan cukup besar. Berikan pakan berupa pelet dengan kandungan protein 20-30%. Ikan nila memerlukan makanan sebanyak 3% dari bobot tubuh setiap harinya.
Jadwal pemberian pakan bisa pagi dan sore hari. dua minggu sekali, ambil sampel ikan nila secara acak lalu timbang beratnya. agar anda dapat menyesuaikan jumlah pakan dan bobotnya.
Perhitungan dosis pakan:c. Pengendalian hama dan penyakit
Terdapat 1500 ekor dalam dalam satu kolam ikan nila yang berukuran 10-gram/ekor.
Rata-rata berat nila → (10+20)/2 = 15 gram/ekor.
Perhitungan pakannya → 15 x 1500 x 3% = 675 gram = 6,75 kg per hari
Cek berat ikan 2 minggu sekali upaya menyesuaikan porsi pakan.
Seperti dipaparkan sebelumnya, ikan nila adalah salah satu ikan yang tahan banting. pada situasi normal, penyakit nila tidak mengancam. Namun jika budidaya ikan nila dengan sekala besar, maka gangguan penyakit perlu diwaspadai untuk menghindari kerugian yang besar.
Penyebaran penyakit ikan sangat cepat, apalagi untuk penyakit seperti infeksi yang dapat menular. Media penyebaran penyakit tentu melalui air. Jadi dapat menjangkau satu atau lebih kawasan kolam.
Pemanenan ikan nila
Untuk mendapatkan bobot nila mencapat 300 sampai 500 gram membutuhkan waktu budidaya selama 4-6 bulan. namun panen nila sesuai kebutuhan pasar, seprti kebutuhan pasar domestik yaitu nila yang berbobot 300 sampai 500 gram.
Sumber : alamtani.com
14.02
nila
Langganan:
Komentar
(
Atom
)
